HOMEIndeks
banner 728x90

Volodymyr Zelensky Desak AS Tangkap Ramzan Kadyrov ; Agar Konflik Ukraina Berakhir

Volodymyrzelensky693460
Foto ; repro/rmol
banner 468x60

JaksaPedia.Com | ArtaSariMediaGroup ~ Dalam pernyataannya yang mengejutkan pada Rabu, 7 Januari 2026 kemarin, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengusulkan sebuah langkah ekstrem untuk menekan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam konflik yang telah berlangsung lebih dari enam tahun di Ukraina.

Dalam wawancara dengan media internasional, Zelensky secara terbuka mendesak Amerika Serikat (AS) untuk mengambil tindakan terhadap pemimpin Republik Chechnya, Ramzan Kadyrov, yang dikenal sebagai sekutu dekat Putin dan salah satu figur paling kontroversial dalam lingkaran politik Rusia.

banner 336x280

Zelensky mengungkapkan bahwa operasi penculikan terhadap Kadyrov, yang menurutnya bisa dilakukan dengan cara yang mirip dengan operasi yang dilancarkan AS terhadap Presiden Venezuela Nicolás Maduro, akan memberikan tekanan besar terhadap Putin dan dapat mempercepat berakhirnya konflik di Ukraina.

Menurutnya, langkah tersebut adalah salah satu cara untuk menggoyang kestabilan politik Rusia, yang dipimpin oleh Putin, serta menunjukkan keseriusan AS dalam menghadapi ancaman global.

“Seluruh dunia dapat melihat hasilnya. Mereka melakukannya dengan cepat. Baiklah, biarkan mereka melakukan semacam operasi terhadap Kadyrov. Mungkin setelah itu Putin akan melihat ini dan memikirkannya,” ujar Zelensky dalam pernyataan yang disampaikan melalui saluran televisi internasional, dikutip oleh RT pada Kamis, 8 Januari 2026.

Inspirasi dari Operasi AS di Venezuela

Zelensky menyebutkan operasi yang dilakukan AS terhadap Presiden Venezuela Nicolás Maduro sebagai model yang bisa diterapkan terhadap Kadyrov. Pada awal minggu ini, Maduro dan istrinya, Cilia Flores, menjalani sidang perdana di pengadilan AS.

Mereka dituduh terlibat dalam jaringan kartel narkoba global, menyelundupkan ribuan ton kokain ke wilayah Amerika Serikat, dan menghadapi ancaman hukuman penjara seumur hidup jika terbukti bersalah.

Maduro adalah salah satu tokoh yang paling dibenci di AS, dengan pemerintah Washington menuduhnya mengabaikan hak asasi manusia, mendirikan negara otoriter, dan melibatkan diri dalam kejahatan internasional.

Operasi penculikan atau penangkapan terhadap Maduro yang dilakukan oleh AS pada tahun 2025 memicu pro dan kontra, namun AS berhasil menunjukkan ketegasan terhadap musuh politiknya.

Zelensky tampaknya ingin menciptakan momentum yang serupa dalam konteks Ukraina, dengan memperlihatkan bahwa tindakan drastis dan tegas, seperti yang telah dilakukan AS terhadap Maduro, dapat digunakan untuk memperburuk hubungan Rusia dengan negara-negara Barat dan memicu ketegangan dalam struktur kekuasaan di Kremlin.

Ramzan Kadyrov: Figur Kontroversial dengan Kedekatan pada Putin

Kadyrov, yang telah memimpin Chechnya sejak tahun 2007 setelah kematian ayahnya, Akhmad Kadyrov, dikenal sebagai salah satu sekutu paling setia bagi Presiden Vladimir Putin.

Kepemimpinan Kadyrov di Chechnya ditandai dengan kebijakan otoriter, pelanggaran hak asasi manusia, dan penindasan terhadap oposisi. Selain itu, Kadyrov juga dikenal karena retorika kerasnya terhadap negara-negara Barat dan sering kali berupaya menunjukkan loyalitas penuh kepada Putin.

Kadyrov adalah figur yang tidak hanya memiliki pengaruh besar di Chechnya, tetapi juga sering kali menjadi suara yang lantang mendukung kebijakan luar negeri Rusia, termasuk dalam konflik Ukraina.

Ia bahkan secara terbuka mengungkapkan dukungannya terhadap invasi Rusia ke Ukraina, serta mengambil bagian dalam penyebaran propaganda pro-Kremlin.

Bagi banyak pihak, terutama di Barat, Kadyrov menjadi simbol dari rezim Rusia yang keras dan penuh kekerasan. Namun, bagi Zelensky, penculikan atau penangkapan Kadyrov bisa menjadi langkah yang signifikan untuk meruntuhkan loyalitas yang dimiliki Putin terhadap sekutu-sekutu utamanya, serta mengalihkan perhatian Kremlin dari pertempuran di Ukraina.

Tantangan Internasional dan Reaksi terhadap Desakan Zelensky

Usulan Zelensky untuk menculik Kadyrov tentu bukan tanpa kontroversi. Langkah ini memicu reaksi dari banyak pihak, baik di dalam negeri Ukraina, Eropa, maupun di seluruh dunia.

Sebagian melihatnya sebagai langkah desperado, sementara yang lain berpendapat bahwa itu adalah pernyataan yang mewakili keseriusan Ukraina dalam menghadapi ketidakadilan yang dilakukan oleh rezim Putin dan sekutunya.

Tanggapan Internasional terhadap Desakan Zelensky

1. Reaksi dari AS
Beberapa kalangan di AS mendukung tindakan Zelensky sebagai cara untuk menekan Rusia, tetapi banyak pula yang merasa langkah ini akan menambah ketegangan internasional yang sudah sangat kompleks. Tindakan semacam ini akan sulit dilaksanakan tanpa dukungan internasional yang luas, dan bisa berisiko memicu konsekuensi diplomatik yang serius.

2. Tanggapan dari Rusia
Sementara itu, Rusia dengan cepat merespons dengan kecaman keras terhadap pernyataan Zelensky. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menanggapi dengan mengatakan bahwa langkah semacam itu hanya akan memperburuk ketegangan antara Rusia dan negara-negara Barat. “Ini adalah provokasi yang sangat berbahaya dan hanya akan memperpanjang penderitaan Ukraina,” kata Peskov.

3. Reaksi dari Organisasi HAM
Organisasi-organisasi hak asasi manusia, di sisi lain, memandang tindakan seperti itu dengan kecemasan besar. Mereka menilai bahwa meskipun Kadyrov adalah figur kontroversial yang terlibat dalam berbagai pelanggaran HAM, mengambil tindakan kriminal seperti penculikan bisa menciptakan preseden buruk dalam dunia internasional. “Hukum internasional dan prinsip-prinsip hak asasi manusia harus selalu dijunjung, meskipun kita menghadapi musuh yang tidak menghormati prinsip-prinsip tersebut,” kata Direktur Eksekutif Human Rights Watch.

Menggugah Dunia untuk Memikirkan Kembali Cara Menghadapi Kejahatan Negara

Desakan Zelensky untuk tindakan ekstrem ini membuka perdebatan lebih luas tentang bagaimana negara-negara dunia harus merespons kekejaman yang terjadi dalam konflik-konflik besar, seperti perang di Ukraina.

Bagaimanakah cara yang paling efektif dan etis untuk menanggapi tindakan agresif yang dilakukan oleh pemimpin negara yang tidak segan-segan melanggar hukum internasional?

Perang di Ukraina telah mengungkapkan banyak lapisan ketidakadilan, tidak hanya dalam konteks wilayah yang dirampas, tetapi juga dalam pelanggaran hak asasi manusia, kejahatan perang, dan penindasan terhadap oposisi politik.

Sementara banyak negara mendesak solusi damai melalui dialog diplomatik, ada juga yang merasa bahwa cara-cara tradisional tidak cukup untuk menghadapi para pemimpin yang tidak menghormati hukum internasional.

Langkah seperti yang diusulkan Zelensky menantang dunia untuk berpikir ulang tentang bagaimana merespons kekerasan negara dengan cara yang lebih efektif. Apakah saatnya untuk mengadopsi taktik yang lebih berani dan langsung, atau apakah solusi damai dan diplomasi tetap menjadi jalan terbaik?

Melihat Ke Depan dengan Mata yang Terbuka

Usulan Volodymyr Zelensky untuk menculik Ramzan Kadyrov adalah langkah yang radikal, tetapi juga mencerminkan tingkat keseriusan yang dihadapi Ukraina dalam menghadapi agresi Rusia.

Hal ini menggugah kita untuk bertanya-tanya sejauh mana negara-negara Barat, khususnya AS, akan mengambil langkah-langkah tegas dalam menghadapi rezim yang tidak hanya melakukan invasi militer, tetapi juga merusak fondasi hak asasi manusia global.

Namun, meskipun ada banyak pihak yang mendukung ide Zelensky, ada juga banyak tantangan yang harus dihadapi dalam merencanakan dan melaksanakan tindakan semacam ini.

Selain itu, pendekatan ini tentu memerlukan diskusi internasional yang lebih dalam tentang bagaimana menghadapi pemimpin otoriter dan negara-negara yang melanggar hukum internasional dengan cara yang lebih efektif dan sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi.

Apapun hasilnya, konflik ini semakin menunjukkan bahwa solusi tradisional mungkin tidak lagi cukup, dan dunia perlu berpikir lebih keras untuk menemukan cara yang lebih efektif untuk mengakhiri kekerasan yang tak kunjung selesai. | JaksaPedia.Com | */Redaksi | *** |

banner 336x280
FacebookPinterestWhatsAppTumblrLinkedInLineTelegramXShare
banner 728x90
Exit mobile version